Rabu, 18 April 2018
MANFAAT ANAK SHOLEH
Menemukan anak sholeh dizaman sekarang sangatlah sulit,maka kita sebagai orang tua yang sayang pada anak wajib membentuk ,mendidiksehingga Allah menjadikannya anak Sholeh.
Orang tua akan memetik buah hasil dari jerih payahnya mendidik anak. yaitu ketika anak-anaknya menjadi sholeh dan sholehah. Hasilnya bukan hanya didapat di dunia, bahkan di alam kubur dan akhira kelak.
Berikut manfaat mempunyai anak yang shalih
Do’a Anak Sholeh dikabulkan
Rasulullah saw bersabda, ” Apabila manusia mati, terputuslah amalannya kecuali dari tiga perkara: Shadaqah jariah, Ilmu yang bermanfaat, dan anak shalih yang mendoakan untuk orang tuanya.”(HR.Muslim dari Abu Hurairah)
Ditambah Umurnya
Rasulullah saw juga bersabda,” Sesungguhnya Allah tidak akan menangguhkan umur seseorang apabila ia telah sampai ajalnya. Penambahan umur itu hanyalah apabila menganugerahkan keturunan yang shalih kepada seorang hamba. orang tuanya didoakan maka sampailah doanya ke alam kuburnya.” ( HR.Hakim dari Abu Darda’)
Diangkat Derajatnya disisi Allah
Rasulullah saw juga menerangkan bahwa setelah meninggal dunia, derajat orang masih bisa diangkat. Si mayit yang merasa diangkat derajatnya terkejut dan berkata,” Ya Allah, apa ini?” maka akan dijawab, ” Itu karena anakmu selalu memintakan ampun untukmu.” (HR.Bukhori dalam Adab Mufrad, dari Abu Hurairah).
Anak Sholeh Selalu Menjaga Nama Baik Keluarga
Anak sholeh tentu akan menjaga nama kelurga terutama orang tua. ketika keluarganya punya masalah, maka ia akan mencari solusi dan merahasiakan aib itu dari orang lain. Jangankan mencemarkan nama baik keluarga, berkata “ah” aja dia tidak akan berani kepada orang tuanya.
Selalu Menasehati Keluarga
Anak sholeh akan paham bahwa kepatuhan dia kepada Allah adalah salah satunya hasil dari pendidikan orang tua dan keluarganya. maka dia akan berusaha menasehati keluarganya yang melenceng dari aturan agama.
Allah berfirman,” Jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya dari manusia dan batu”.(QS.At-Tahrim:6).
Orang Tua Akan Mendapat Pujian
Ketika orang tua punya anak yang sholeh yang segala tindak-tanduknya mencerminkan akhlaq mulia, maka otomatis orang tua akan mendapatkan pujian dari orang lain. orang -orang akan membicarakan dan meminta pendapatnya tentang cara mendidik anak menjadi sholeh.
Anak Sholeh Meringankan Beban Orang Tua
Anak yang sholeh tentu akan berusaha meringankan permasalahan yang dihadapi orang tua. Ia akan tahu diri dan bisa menempatkan segala sesuatu pada tempatnya. Bukan malah membebani orang tua seperti yang kita dengar di media masa, dimana banyak anak yang tega menganiaya orang tuanya karena tidak dituruti kemauannya. bahkan beberapa kasus ada anak yang tega membunuh orang tuanya karena tidak dibelikan motor.
tapi orang tua zaman sekarang jarang sekali memprhatikan ilmu agama anaknya,karna kurangnya waktu,sibuknya pekerjaan dll,maka PESANTREN adalah solusi yang sangat tepat untuk orng tua yang benar benar mengidamkan anak soleh.
Sabtu, 14 April 2018
PENTINGNYA BELAJAR AGAMA
Ayo....... belajar Agama,insya Allah banyak manfaatnya ..dan sangat penti
ng sekali
Manfaat dan Pentingnya Ilmu Agama Islam
Sejak dari kandungan sampai ke liang lahat menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi kita, tidak pandang itu perempuan, laki-laki, kecil, dewasa, baik tua maupun muda. Apalagi pada zaman yang penuh dengan penyimpangan dan fitnah ini. Ilmu yang dimaksud ialah ilmu diniyah atau ilmu syariat, sebuah ilmu yang menjelaskan mengenal Allah SWT dan para Rasul-Nya. Dalam sebuah hadis menyebutkan “ hukum mencari ilmu pengetahuan ( agama Islam ) adalah fardu’ain ”
Pengertian fardu’ain ialah setiap kewajiban yang mengena pada stiap individu. Artinya setiap orang wajib mencari ilmu pengetahuan tanpa terkecuali, baik ilmu tersebut menyangkut urusan akhirat seperti ibadah wajib, salat dan lain-lain, maupun menyangkut urusan duniawi. Jika seseorang menekuni profesi tertentu agar seseorang tidak terjerumus dalam subhat, yakni perkara yang belum jelas halal haramnya, tentu harus tahu ilmunya. Dengan belajar ilmu syariat, seorang hamba akan lebih memperhatikan segala macam kemaslahatan dan kemudaratan sebelum ia melakukan sesuatu. Ia juga akan lebih hati-hati dalam memahami sesuatu masalah sebelum memvonis dirinya atau jamaah tertentu.
Orang yang mencari ilmu telah dijanjikan kenaikan derajat oleh Allah SWT dalam firmannya : “Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadillah: 11)
Dengan pendidikan syariat segala aspek kehidupan dapat terkoordinir dengan baik. Saat ini materialisme telah membutakan sebagian orang terhadap makna masa depan. Masa depan tereduksi hanya pada usia tua, padahal hidup di dunia ini hanya satu episode kehidupan untuk sampai kekehidupan sesungguhnya, yakni akhirat. Akibatnya, banyak orang tua yang lupa akan pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak mereka yang sebenarnya adalah kunci kebahagiaan para ortu sendiri, terutama juga bagi anak-anaknya. Kelupaan ini membuat benteng budaya yang sudah bagus secara norma dan agama hancur berserakan.
Padahal, Allah SWT telah memberikan kode-kode penting terkait perlunya orang tua memberikan pendidikan agama kepada putra-putrinya. Sebagai contoh, Nabi Ya’kub AS menjelang wafatnya beliau mengumpulkan seluruh keluarga dan anak-anaknya. “... apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab : “ Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk dan patuh kepada-Nya.” (QS. al-Baqarah: 133). Sejatinya pendidikan akidah harus diutamakan di atas segala macam jenis pendidikan. Oleh karena itu, langkah yang tepat bagi kehidupan selanjutnya adalah menempatkan garis pendidikan diniyah di garis terdepan. Jika kita melihat kenyataan yang sedang dialami oleh generasi saat ini yang banyak melakukan tindakan tindakan anarkis, maupun melenceng dari pendidikan agama, seperti tawuran, berfoya-foya, dan lain sebagainya, mesti merupakan bukti pudarnya ilmu agama. Lebih percaya dengan menyekolahkan mereka untuk mendahulukan ilmu umum. Oleh karena itu, pendidikan agama harus dijaga sampai kapanpun. Apalagi di era globalisasi sekarang.
Mestinya, disamping mempersiapkan peserta didik untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga harus diimbangi oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Peningkatan imtaq dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini. Tetapi, tragisnya pendidikan agama yang diperoleh dari sekolah umum kurang memadai untuk jam pelajarannya.
ng sekali
Manfaat dan Pentingnya Ilmu Agama Islam
Sejak dari kandungan sampai ke liang lahat menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi kita, tidak pandang itu perempuan, laki-laki, kecil, dewasa, baik tua maupun muda. Apalagi pada zaman yang penuh dengan penyimpangan dan fitnah ini. Ilmu yang dimaksud ialah ilmu diniyah atau ilmu syariat, sebuah ilmu yang menjelaskan mengenal Allah SWT dan para Rasul-Nya. Dalam sebuah hadis menyebutkan “ hukum mencari ilmu pengetahuan ( agama Islam ) adalah fardu’ain ”
Pengertian fardu’ain ialah setiap kewajiban yang mengena pada stiap individu. Artinya setiap orang wajib mencari ilmu pengetahuan tanpa terkecuali, baik ilmu tersebut menyangkut urusan akhirat seperti ibadah wajib, salat dan lain-lain, maupun menyangkut urusan duniawi. Jika seseorang menekuni profesi tertentu agar seseorang tidak terjerumus dalam subhat, yakni perkara yang belum jelas halal haramnya, tentu harus tahu ilmunya. Dengan belajar ilmu syariat, seorang hamba akan lebih memperhatikan segala macam kemaslahatan dan kemudaratan sebelum ia melakukan sesuatu. Ia juga akan lebih hati-hati dalam memahami sesuatu masalah sebelum memvonis dirinya atau jamaah tertentu.
Orang yang mencari ilmu telah dijanjikan kenaikan derajat oleh Allah SWT dalam firmannya : “Allah SWT akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadillah: 11)
Dengan pendidikan syariat segala aspek kehidupan dapat terkoordinir dengan baik. Saat ini materialisme telah membutakan sebagian orang terhadap makna masa depan. Masa depan tereduksi hanya pada usia tua, padahal hidup di dunia ini hanya satu episode kehidupan untuk sampai kekehidupan sesungguhnya, yakni akhirat. Akibatnya, banyak orang tua yang lupa akan pentingnya pendidikan agama bagi anak-anak mereka yang sebenarnya adalah kunci kebahagiaan para ortu sendiri, terutama juga bagi anak-anaknya. Kelupaan ini membuat benteng budaya yang sudah bagus secara norma dan agama hancur berserakan.
Padahal, Allah SWT telah memberikan kode-kode penting terkait perlunya orang tua memberikan pendidikan agama kepada putra-putrinya. Sebagai contoh, Nabi Ya’kub AS menjelang wafatnya beliau mengumpulkan seluruh keluarga dan anak-anaknya. “... apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab : “ Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail, Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk dan patuh kepada-Nya.” (QS. al-Baqarah: 133). Sejatinya pendidikan akidah harus diutamakan di atas segala macam jenis pendidikan. Oleh karena itu, langkah yang tepat bagi kehidupan selanjutnya adalah menempatkan garis pendidikan diniyah di garis terdepan. Jika kita melihat kenyataan yang sedang dialami oleh generasi saat ini yang banyak melakukan tindakan tindakan anarkis, maupun melenceng dari pendidikan agama, seperti tawuran, berfoya-foya, dan lain sebagainya, mesti merupakan bukti pudarnya ilmu agama. Lebih percaya dengan menyekolahkan mereka untuk mendahulukan ilmu umum. Oleh karena itu, pendidikan agama harus dijaga sampai kapanpun. Apalagi di era globalisasi sekarang.
Mestinya, disamping mempersiapkan peserta didik untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi, juga harus diimbangi oleh keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Peningkatan imtaq dilakukan untuk mengantisipasi dampak negatif dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi masa kini. Tetapi, tragisnya pendidikan agama yang diperoleh dari sekolah umum kurang memadai untuk jam pelajarannya.
Langganan:
Postingan (Atom)
https://drive.google.com/file/d/1FeUSeKrquwyCLhNkFYqvZ082U_YuYEOh/view?usp=sharing
-
https://drive.google.com/file/d/1FeUSeKrquwyCLhNkFYqvZ082U_YuYEOh/view?usp=sharing
-
Selayang Pandang Pondok Pesantren Al Ihsan Pondok pesantren Al Ihsan Lembaga berdiri pada tahun 1998 oleh Bapak Kyai Haji Abdul Mannan di ...